Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Segenggam Masalah yang Harus Kita Urai


Tuhan menciptakan manusia dengan segala masalah dan solusinya.

Sudah mengeluh dengan masalah yang terjadi? Nah gitu dong. Hehehe...
Tapi percaya saja masalah dalam hidup kita itu pasti ada akhirnya kok. Syukuri saja, itu tandanya Tuhan masih sayang sama kita. Sayang kok malah ngasih masalah? Itulah letak perbedaannya manusia dan kuasa Tuhan. 

Jika manusia bikin masalah itu tandanya hidupnya ribet, dan ngeribetin orang lain tapi kalau kamu dikasih masalah atau lebih tepatnya dikasih cobaan sama Tuhan itu untuk menguji kemampuan kita, sederhananya itulah ujian, jika kamu bisa menyelesaikan berarti akan naik kelas, dan jika tidak ya tetep gitu-gitu aja hidupmu.

Menyelesaikan masalah itu terlihat gampang tapi ya tetap kudu berjuang. Masalah paling umum di alami teman-teman kita atau kita sendiri, pasangan misalnya. Ini perkara gampang namun yang butuh perjuangan. 

Misalnya kamu jomblo, pengen nikah tapi belum punya pasangan, ini terlihat gampang solusinya cukup kenalan, ajak jalan, cocok, utarakan dan ajaklah nikah. Gampang kan. Tapi berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah tak semudah itu, ada yang beda agama, weton tidak cocok, keyakinan yang berbeda (salah satu dari mereka yakin itu jodohnya yang satu tidak yakin), restu orang tua dan tetek mbengek alasan lainnya. 

Apakah ini bisa diselesaikan? Kalau aku bilang bisa, caranya diskusikan tanpa ada yang dirugikan nek nggak bisa ya udah akhiri cari lagi. Dan ulangi lagi jika terkendala masalah itu.

Oke kita anggap masalah menemukan pasangan yang diajak nikah sudah beres. Apakah masalah kita sudah selesai? Ya belum, wong itu baru awal kok. Hahaha.

Misalnya kalian sudah lamaran, sudah menentukan hari pernikahan dan pengennya di KUA saja biar hemat tapi orang tua pengennya di nyewa gedung pernikahan belum lagi nanti pas menyuguhkan makannya keluargamu pengen model piring terbang dan keluarga dia pengennya prasmanan, atau contoh lain misalnya bapakmu pengen malamnya ada hiburan wayang semalam suntuk dan bapaknya dia pengennya dangdutan. Pora modar koe hahaha.

Ada solusinya? ya pasti ada, diskusikan saja. Masak iya karena beda tradisi dan keinginan pihak keluarga kamu nggak jadi nikah. KAN KERAS DAB!!!

Setelah beres melangsungkan pernikahan masalah kelar? Hidupmu yang kelar hahaha, inilah awal mula masalah atau cobaan yang harus kalian lewati berdua. Misalnya bayar hutang biaya pernikahanmu, ini umum lho buat kalian yang bergaji UMR dan hobi dugem, tapi beda cerita nek orang tuamu tajir melintir.

Lanjut ke perkara selanjutnya, setelah menikah yang kita idam-idamkan adalah momongan, karena pasti pas kamu berkunjung ke tempat saudara-saudaramu bakalan ada yang tanya "wes isi durung?". Itu pertanyaan sok deket yang njancoki. Itu bakalan menjadi pertanyaan inti pas berkunjung padahal tujuannya ingin silaturahmi kok langsung mak tratap dan mbatin "ASU, BAJINGAN" mbok ya tanya gimana kabarnya po gimana gitu.

Masalah ini yang sempet ku alami, tapi ndilalah-nya Alhamdulillah pasanganku ya wonge sabar, nggak tahu pas ditanya gitu misuhe opo. Hahaha

Apa lagi pas nikahmu dan temanmu itu berdekatan tapi dia udah hamil kamu belum, ini buatku cobaan bin masalah hingga akhirnya kita periksa ke dokter tapi karena hal sebab lain kita memilih alternatif, pijat biar cepat hamil. Kebetulan di tetangga desaku Magelang ada yang bisa pijat seperti itu, testimoni juga dari kakakku dan tetangga juga. Beberapa kali kita pijat disana Alhamdulillah istriku telat, tapi karena kita masih dalam tahapan ujian dari Tuhan, lepas lagi, sedih banget.

Ibarat kata kamu sudah berjuang dan mendapatkan permata yang sudah kami genggam tapi mrucut dan lepas lagi. 

Tapi pejuang dua garis itu tak akan pernah lelah, kita kembali pijat disana beberapa kali, dan kita minum ramuan juga yang pesan via instagram. Alhamdulillah perjuangan kami ada hasilnya.

Jangan takut berjuang dan memperjuangkan apa yang kamu inginkan
Tak ada yang bisa memperjuangkanmu jika kamu sendiri tak mau berjuang

Posting Komentar untuk " Segenggam Masalah yang Harus Kita Urai"