Cinta dan Sepatu


"Nak, Carilah pasangan seperti kamu mencari sepatu yang kamu sukai dan sesuai dengan ukuran kakimu, carilah yang nyaman saat kamu bersamanya, dan carilah sepatu yang ketika kamu gunakan tetap menjadi kamu bukan orang lain" itu pesan yang disampaikan ibu padaku di saat kami sedang sarapan.

Sepagi ini ibu sudah memberikan wejangan tentang pasangan, toh usiaku juga baru 25 tahun.

"Bu, kenapa harus sepatu?" Aku penasaran. 

Ibu tidak langsung menjawab, ibu menghabiskan sisa sarapan yang masih tersisa di mulutnya kemudian minum teh pahit kesukaannya, setelah itu ibu menatapku dengan tajam dan berkata, "Gini Nak, sebelum Ibu menjelaskan, ibu ingin bertanya terlebih dahulu padamu".
"Apa buk?" dengan rasa penasaran aku menjawab singkat.

"Apa kamu nyaman ketika kamu memakai sepatu yang terlalu besar atau kekecilan?"

"Ya jelas tidak dong buk" Aku kembali menjawab singkat.

"Lalu ketika kamu pengen beli sepatu bola tapi ibu memilihkan dan membelikan sepatu pantofel apakah kamu suka?" ibu kembali bertanya untuk kedua kalinya.

"Ibu gimana sih, kan Aku pengennya sepati bola kenapa malah memilihkan sepatu pantofel?" dengan wajah menahan kesal aku menjawab sekenanya.

"Jadi begini sin, kenapa Ibu memberikan contoh sepatu, karena itu adalah contoh yang paling dekat denganmu, karena kamu menggunakannya tiap hari, dan kamu memilih pasangan ya seperti memilih sepatu, kamu harus menyukainya, kamu juga harus nyaman ketika menggunakannya".

"Ow gitu ya Buk", sambil manggut-manggut.

"Iya sin, Ketika Kamu memakai sepatu itu kamu tetap merasa dirimu sendiri, jangan mentang-mentang sepatu itu dipakai Artis terus kamu ketika memakainya menjadi sombong. Satu lagi Nak, carilah sepatu yang sesuai dengan ukuran kakimu, jangan sampai kebesaran atau kekecilan".

Sebelum Ibu melanjutkan aku memotong obrolan pagi ini di meja makan "Emang kenapa Bu? Aku yang ini belum paham".

"Gini Sin, apa Kamu nyaman ketika memakai sepatu yang kekecilan atau terlalu besar? tentu tidak kan? Nah carilah pasanganmu yang sesuai dengan dirimu, Bayangkan jika sepatu itu terlalu kecil dan kamu memaksakan diri untuk memakainya, mesti itu bisa kamu pakai tentu akan kakimu akan sakit bukan? hal terburuknya adalah sepatu yang baru kamu beli bisa rusak. Sedangkan jika terlalu besar pasti juga tidak nyaman kan, masa iya setiap mau makai kamu harus menyumpalkan kaos kaki untuk menutupi kelebihan ruang dalam sepatu itu, sampai kapan kamu mau nutupin kekuranganmu atau pasanganmu itu, nggak capek Nak?" Ibu langsung menghabiskan teh pahit setelah menerangkan itu.

"Ow gitu ya Bu, Aku mulai paham dengan yang Ibu katakan".

Sinta mendekati sambil mencium tangan Ibunya "Bu, Aku mau berangkat kerja dulu, Aku akan ingat-ingat yang Ibu katakan".

Belum ada Komentar untuk "Cinta dan Sepatu"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel