Kisah Cinta Aku Kamu Dia dan Kita di Jogja - Terima kasih Jogja yang Penuh Cinta

Baca Juga

Kisah Cinta Aku Kamu Dia dan Kita di Jogja - Terima kasih Jogja yang Penuh Cinta
Sumber foto: JejakPiknik.com
Memulai secara bersamaan dan bersama namun berakhirnya beda, ya namanya juga cinta, cinta itu mistis tapi tidak menakutkan.

2011 awal mulai cerita ini, aku dan sahabatku, teman kontrakan juga, kami berkenalan dengan seorang wanita di sosmed, koprol namanya (sudah ditutup yahoo sejak 2012). Sebut saja nama sahabatku "AB". Kami berkenalan dengan seorang wanita dan direspon baik dan asik saling balas pesan gitu, tapi ndilalahnya si AB yang berhasil kopdar duluan dengan dia. Singkat cerita mereka jadian. selang satu atau dua bulan aku juga jadian, tapi dengan wanita lain, kala itu pacarku masih SMK disalah satu sekolah di Jogja.

Keseruan berlanjut, aku dan AB saling bertukar cerita tentang pasangan kami, dari semester 4 (empat) sampai wisuda kita tak pernah berganti pasangan, awet bukan, aku yo heran, padahal dalam riwayat pacaranku itu, maksimal berhubungan setahun, tak ada yang lebih, bahkan ada yang cuma 2 bulan. Lha ini kok bisa bertahun-tahun, aku sempat mikir, apa iya ini jodohku, kala itu. Aku juga sempat mikir apa iya doa ku dahulu dikabulkan dengan semudah ini, "doamu apa to ndri", dulu aku pernah pengen punya pacar yang tinggi, tingginya sama denganku atau lebih dan ndilalahnya dia (istriku) tingginya ya 11-12 lah sama aku, dia yang 12 hahaha.

Melanjutkan kisahku dan AB, meski kami satu kontrakan tapi kami nggak pernah jalan bareng dengan pasangan masing-masing. Tapi setelah 3 - 4 tahun atau malah 5 tahun kita punya pacar, akhirnya kita sepakat untuk mengajak pasangan kita merayakan tahun baru di Pantai Parangtritis, kayaknya itu pertama kalinya jalan bareng.


Episode Terakhir Kisah Ini


Akhirnya aku memutuskan untuk melamar kekasihku setelah kami berpacaran 7 (tujuh) tahun, sedangkan AB kisahnya kandas. Kenapa bisa akhirnya berbeda? Silahkan baca sampai selesai ya, bukan karena pilihanku mentok atau karena sahabatku AB yang bajingan, tidak, tidak seperti itu.

Apa yang ingin aku sampaikan adalah

  1. Terima kasih buat pacaranku (istriku) yang sudah rela menunggu bertahun-tahun dan aku sudah menepati janji kita.
  2. Buat sahabatku AB dan pacarnya yang kenal lewat koprol, mungkin kalian tidak berjodoh bukan karena pilihan kalian tapi rencana Tuhan, percayalah Tuhan maha baik, jika dia bukan jodohmu, itu berarti Tuhan masih punya yang lebih baik lagi, Tuhan akan memilihkan yang tepat untuk kalian.
  3. Siapapun jodoh kita itulah yang terbaik yang kita pilih, Toh Tuhan juga merestui kan.
  4. Dari ceritaku yang sangat singkat ini semoga kalian yang sedang pacaran dan kasmaran, ketahuilah bahwa pacarmu itu bukan jodohmu, tapi jodohmu pasti pacarmu.
  5. Buat yang sedang mencari pasangan (jomblo) carilah satu saja hal yang bisa membuat kamu nyaman bersama dia, jika ada lebih itu bonus, cari pasangan bukan yang sempurna tapi yang bisa menyempurnakan, maksudnya saling melengkapi, kata orang jawa "iso nutupi bolongmu" bisa menutupi lubangmu, kalau kamu tidak bisa melakukan A, dia bisa, kalau dia tidak bisa melakukan B, kamu bisa, begitulah pokoknya, hehehe.
Berhubung sahabatku AB mau menikah dengan pilihannya disana, semoga lancar acara pernikahannya dan langgeng, untuk pacarnya AB yang kenal di koprol semoga kamu menemukan pendamping yang bisa mendampingimu nggak cuma 7 tahun (seperti AB) tapi bisa mendampingimu sampai lanjut usia.

Mencari Cinta itu menegangkan
Belajar Mencintai itu sulit
Cinta itu menyenangkan
Jatuh Cinta itu sakit
Kisah Cinta Aku Kamu Dia dan Kita di Jogja - Terima kasih Jogja yang Penuh Cinta Kisah Cinta Aku Kamu Dia dan Kita di Jogja - Terima kasih Jogja yang Penuh Cinta Reviewed by Andri Berbudi on Juli 01, 2019 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.