Ku Buktikan Janjiku – Menikahimu



Andriberbudi.web.id – ini adalah tulisanku yang terakhir dari perjalanan kisahku mulai perkenalan dengan kekasihku rahmawati hingga menikah, apakah setelah menikah tidak ada tulisanku lagi dengan istriku? Tentu ada, namun apakah akan dipublikasikan, belum tahu juga, yang pasti aku akan mempublikasikan jika sudah direstui olehnya.

Setelah proses yang cukup panjang dari perkenalan sampai menikah, inilah proses yang di tunggu-tunggu oleh setiap pasangan, termasuk aku yaitu menikah. Yang perlu digaris bawahi disini tidak semua pasangan memiliki tujuan menikah lho. Ada beberapa jenis pasangan yang model seperti ini, antara lain:
  1. Pasangan yang hanya mencari pacar untuk menutupi statusnya sebagai jomblo. 
  2. Pasangan mencari kekasih hanya untuk melampiaskan napsu. 
  3. Pasangan yang belum memiliki kejelasan masa depan (aku banget ini).

Mungkin kalian berfikir, lho kenapa kamu tidak memiliki tujuan tapi bisa menikah. Jadi begini ya teman-temanku yang rupawan. Dahulu ketika pertama kali pacaran dengan dia kan masih sekolah kelas 3 SMK, sedangkan aku masih kuliah, mana mungkin sih kita bisa berfikir sampai sejauh itu, tapi beda cerita dengan kalian yang orang tuanya banyak duit atau kalian sendiri sudah memiliki sekolah/kuliah sudah punya usaha atau penghasilan sendiri. Karena dulu kami ketika sekolah dan kuliah masih tergantung sama orang tua makannya kita tidak berfikir sampai sejauh itu. Dia hanya bilang ke aku begini “Jika memang kita jodoh, pasti akan menikah yang penting kita menjaga hubungan ini” dan sampai aku kerja dia kuliah pun hubungan kita masih terjaga, meski ada konflik namun kami dapat menyelesaikannya, gimana cara menyelesaikannya, sederhana saja, akui kesalahan yang kita lakukan dan berubah, meski kenyataanya tidak sesederhana nasi padang, karena memang ada proses-proses untuk itu.

Lalu kapan kita mulai memikirkan masa depan? Kita mulai memikirkan hal itu setelah dia bekerja dan saya juga sudah punya penghasilan, namun ternyata yang tak punyai ludes terus karena untuk biaya kos, makan sehari-hari, dan lain sebagainya. Jadi ingat kata teman satu kos ku bilang gini, “Bud, semakin banyak penghasilan maka semakin banyak pula pengeluarannya” dan aku setuju dengan perkataanya itu.

Singkat cerita, rahma ngomong gini sama aku, mas, nek kamu meh nikahi aku, mbok cari kerja to, biar orang tuaku setuju dan mau menerima kamu, Hal ini tentu menjadi pemicu granat eh semangatku. Akhirnya aku mencari kerja kembali.

Mungkin kalian bosan ya baca ceritaku yang ngalor ngidul ini, nah biar tidak bosan tak kasih saran, ya semoga bermanfaat dan buat kalian yang sudah punya pacar, mengalami seperti kita pada posisi nomor 3, lakukanlah hal-hal berikut ini.


Cara membangun masa depan bersama pasangan

1.      Kurangi pertikaian dalam pacaran
Ini adalah hal yang paling penting dalam pacaran, bukan perkara mudah juga untuk menghindari percekcokan dengan pasangan, belajar dari pengalamanku sendiri dan teman-temanku rata-rata peperangan dalam hubungan itu terjadi karena salah satu terlalu mendominasi, tidak mau mengalah, akui kesalahan dan minta maaflah.
2.      Berceritalah
Ini juga penting, ketika bertemu berceritalah, cerita tentang apapun itu, kenapa ini penting, karena terkadang handphone-mu itu lebih penting ketimbang pacarmu sendiri, nek kami biasanya menaruh handphone diatas meja atau kalau lagi ada chatting yang kami anggap penting biasanya ngomong.
3.      Berbeda
Berbeda disini adalah dalam bentuk perhatian atau ngasih kejutan pas di hari spesial. Misalnya tiba-tiba datang kerumahnya, karena biasane kalau kita datang ke rumah pacar dan dia belum mandi bakalan salah tingkah, terus malu-malu ngemesin gitu, dulu awal-awal si dia (sambil nunjuk pacarku pake bibir) ya gitu, malu-malu, kamu kesini kok gak bilang-bilang sih, kan aku masih jelek, wong belum mandi. Kui kan aslimu yank, hahaha. Nah kalau ngasih kejutan, kasih yang tidak biasa, yang unik, tidak perlu mahal, itu menurutku lebih berkesan. Misalnya kasih dia TTS yang sudah diisi (dilan banget yo) jangan-jangan, jangan meniru karena nanti kamu dianggap tidak kreatif oleh pasanganmu. Kalau aku lebih seneng ngasih yang dia tidak menduga dan menurutku unik, kenapa? Yo mergo ra ndue duit, nek punya duit yo tak kasih pesawat sekalian pilotnya. Haha.
4.      Tunjukkan keseriusanmu
Ada kalanya pas ketemu ngomongin hal yang serius. Sebelum ngomongin tanyain dulu deh ke dia, yank, cinta, bebep, kamu beneran kan sayang sama aku, kalau dia jawab tidak ya teko tinggalkan saja dia, ben bali dewe, terus nek dia jawab iya, langsung deh ngomongin kalau mau serius, lha ngomongnya gimana mas? Ya ngomong nek kamu pengen serius sama dia, ngomonglah menggunakan bahasamu sendiri.
5.      Tentukan waktu menikah
Nah kalau sudah berhasil poin ke 4, saatnya membahas poin yang ini, tapi jangan waktu itu juga, bisa di pertemuan selanjutnya. Karena memikirkan yang berat-berat di waktu yang sama nanti malah tidak kuat, itu berat. kenapa harus menentukan, jawabanya simpel dan sederhana banget, biar punya target, nah kalau udah punya pasti mikirin tuh, gimana caranya biar mencapai target itu, tidak perlu mencapai target kok sing pentng Bismillah sig mantep.

Kembali ke judul Ku Buktikan Janjiku untuk Menikahimu setelah bekerja beberapa bulan, gajiku bablas terus tidak ada tabungan dan akhirnya dia menyarankanku menabung, tapi biar tabunganku susah otak-atik akhirnya dia minta aku buat rekening baru tanpa ATM, dan itu berhasil menyisihkan gajiku meski tak banyak dan harus rela buat nongkrong bareng teman-teman ya tapi tidak apa-apa demi masa depan, hehe.

Sampai akhirnya kita menentukan hari pernikahan dan kami bersama keluarga sepakat tanggal 24 Juni 2018 menjadi hari peresmian hubungan ini, resmi di setujui oleh Menteri Agama dan Negara. 

Alhamdulillah mengurus surat-surat dari mulai Desa sampai KUA tidak ada kesulitan yang berarti meski kita beda provinsi.
Inilah akhir sekelumit cerita ku dan rahma istriku. 

Semoga kalian yang sudah punya pasangan segera di lancarkan sampai hari pernikahan, buat yang jomblo di segerakan punya pasangan, sedikit saran saja, carilah pasangan yang nyaman, rupawan atau hartawan tidak sepenuhnya menjamin bahagia nek tidak nyaman. Buat yang masih berharap si doi peka, sudahilah, tidak ada gunanya, terlalu berharap sama dia tidak baik, berharaplah sama Tuhan agar diberikan pasangan yang bisa menerimamu itu lebih baik.

Kalau ada yang ingin ditanyakan atau berminat mengomentari bisa berkomentar dibawah, jangan dihati lho ya komentarnya, nanti tidak akan tak reply.
Posting Komentar
Diberdayakan oleh Blogger.